Sedikit Pelajaran Berharga
Sekitar 3-4 tahun yang lalu, bersama dg anak-anak gartek (biasa ditulis gtx labz) dan PFT (dahulu PTLF), kami mengadakan pelatihan berbasis IT, yang bertempat di gedung C lt.3 kampus STT Telkom (sekarang ITT Telkom). Persiapan kami untuk menyambut pelatihan yang kemudian diberi nama Megaworkshop tersebut cukup matang. Berbekal tentor-tentor atau para pengajar yang sudah cukup mumpuni, dan bahkan utk beberapa topik pelatihan kami menyewa tentor dari jurusan lain, kami sudah cukup siap untuk bertarung mengadakan pelatihan IT oleh anak-anak Teknik Industri yang pertama kali dipublikasikan besar-besaran.
Read more...
Kritik dan saran tak luput dari incaran publik. Mulai dari pujian, kritikan membangun hingga kritikan yang berbau negatif kami terima dari berbagai pihak., salah satunya adalah alasan mengapa harus jurusan kami yang mengadakan?Bukannya tidak sesuai dengan silabus yang diambil dalam mata kuliah kami?Meski demikian, kami tetap bersikukuh untuk mengadakan acara tersebut, mengapa? Toh pelatihan tersebut juga memberikan nilai tambah sendiri untuk kampus putih biru bukan? Dan di pelatihan tersebut, kami semua bertindak sebagai event organizer, meski ada beberapa teman yang bertindak sebagai tentor, termasuk saya :D. Dan, masalah mengerti tidak mengerti dari pihak peserta, itu urusan lain, namanya tentor juga manusia, kami hanya bertindak sebagai media untuk proses transfer ilmu saja. Lagipula, para peserta juga mau-mau saja mengikuti pelatihan dengan harga yang bahkanmenurut saya amat sangat mahal saat itu!
Pelatihan pun selesai dengan hasil yang cukup memuaskan, semua tentor mendapatkan upah yang cukup layak dari apa yang diajarkan. Akan tetapi, buat saya pribadi, pelatihan tersebut menjadikan cambukan bagi saya untuk belajar lebih giat lagi : belajar-belajar-dan belajar!
Btw, ada salah satu sesi pra pelatihan yang bagi saya terasa amat susah, hal itu adalah ketika saya sebagai tentor, dipaksa untuk membuat Modul Tutorial, atau buku ajar yang nantinya diberikan kepada para peserta. Lumayan susah, bagi saya, meski sudah dibantu oleh rekan saya, Galih (gtx), dalam membuat modul tersebut. Kritikan muncul dari sana sini, terutama Mr.Febru, direktur utama Megaworkshop, dikarenakan materi yang diberikan terlalu sedikit, serta banyak kosakata yang saya pakai masih berantakan-alias bahasa gaul,hehehe. Namun, alhamdulillah kelar juga tuh pekerjaan, meski dilakukan hingga kering keringatku, fyuh.
"Sepanjang kita mau berusaha, dengan tujuan yang mulia, insya Allah akan dimudahkan."
Pelatihan pun selesai dengan hasil yang cukup memuaskan, semua tentor mendapatkan upah yang cukup layak dari apa yang diajarkan. Akan tetapi, buat saya pribadi, pelatihan tersebut menjadikan cambukan bagi saya untuk belajar lebih giat lagi : belajar-belajar-dan belajar!
Btw, ada salah satu sesi pra pelatihan yang bagi saya terasa amat susah, hal itu adalah ketika saya sebagai tentor, dipaksa untuk membuat Modul Tutorial, atau buku ajar yang nantinya diberikan kepada para peserta. Lumayan susah, bagi saya, meski sudah dibantu oleh rekan saya, Galih (gtx), dalam membuat modul tersebut. Kritikan muncul dari sana sini, terutama Mr.Febru, direktur utama Megaworkshop, dikarenakan materi yang diberikan terlalu sedikit, serta banyak kosakata yang saya pakai masih berantakan-alias bahasa gaul,hehehe. Namun, alhamdulillah kelar juga tuh pekerjaan, meski dilakukan hingga kering keringatku, fyuh.
Ada satu hal yang bisa aku ambil hikmahnya dari pelatihan yang hanya beberapa hari tersebut, yang kemudian melahirkan inspirasi untuk mengadakan pelatihan di kampung sendiri, hikmah tersebut adalah:
"dimana ada kemauan, disitu ada jalan""Sepanjang kita mau berusaha, dengan tujuan yang mulia, insya Allah akan dimudahkan."
