Random Post

Wednesday, March 18, 2009

Perjalanan Hidup Seorang Pencari Uang

Barusan maen dari blog teman, si imam. Boleh juga tuh kerjaan sampingan dia, paid-blogger kalo saya bilang sih. Good, good, good..wong saya juga setali tiga uang sama dia, menggunakan media internet dan menjelma dari seorang blogger biasa menjadi blogger yang lebih dari biasanya, maksudnya paid-blogger gitu,hehe.

Mengapa saya katakan demikian? Daripada internet dipake buat hal-hal yang tidak bermanfaat, akan lebih bijaksana apabila internet dijadikan sebagai media untuk mencari berita paling update, mencari ilmu, atau mencari uang-atau penghasilan tambahan;selama masih halal,mengapa tidak? Apalagi zaman sekarang : tiap sekolah tinggi atau universitas meluluskan mahasiswa-mahasiswanya, belum lagi anak-anak SMA/SMK yang baru lulus, yang belum tahu jelas jluntrungnya mereka mau kerja dimana. Sehingga, setiap tahun Indonesia sudah mempersiapkan lebih dari 9% akademisi-akademisi siap nganggur!

Btw, tertarik dengan audisi-audisi yang diadakan oleh televisi-televisi swasta di Indonesia? Hahaha, silakan saja apabila anda tertarik. Sebenarnya audisi itu sendiri banyak bukan? Ada audisi PNS, audisi masuk tempat kerja X, Y, Z, dll; Akan ada banyak sekali, tidak hanya audisi menjadi artis atau presenter televisi!

Mengapa nggak memanfaatkan fasilitas internet untuk bekerja?

Saya rasa jika kita menggunakan internet dengan bijaksana, akan sangat mungkin buat kita untuk meraup uang yang tidak begitu sedikit. Jika ditelateni, insya Allah bisa. Memangnya bang google mau kasih gratis tuh search engine? Coba anda perhatikan, di sebelah kanan kalo anda sudah melakukan searching terhadap salah satu artikel melalui google. Atau di email google, Anda melihat iklan, meski kecil bukan? Nah, itu salah satu sumber pendapatan google - iklan. Atau contoh kasus yang lain, misal yahoo yang termasuk sebagai pendahulu dari google. Lihat aja, ada iklan dimana-mana bukan? Ya, iklan. Itulah salah satu clue-nya. Iklan adalah salah satu cara bagaimana kita bisa mendapatkan uang berupa dolar, rupiah, dsb melalui dunia maya.

Sekedar pengetahuan saja, tetangga saya di daerah dayeuhkolot, bandung, sudah ada yang menyatakan pensiun dari PNS, di usianya yang cukup dini-saya taksir sekitar 28 - 30an. Konon, beliau sudah bisa mendapatkan uang sejumlah 10 jutaan melalui media internet.Bagi saya,uang sejumlah itu tergolong amat besar. Pantas saja jika menyatakan pensiun dari status PNS-nya.

Uang, memang memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Akan alasan itulah mengapa manusia berlomba-lomba untuk mencari uang, bahkan ia sampai bersekolah hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk mendapatkan semacam title atau pangkat, yang dengannya akan membawanya ke jenjang karir yang lebih tinggi. Lagi-lagi jenjang karir tersebut bermuara terhadap gaji dan pendapatan yang lebih tinggi. Ujung-ujungnya adalah uang. Terus terang, yang saya khawatirkan bukanlah hal demikian. J
ika kita terlalu mengejar kebutuhan, memang sudah sewajarnya akan selalu bertambah dan kita memerlukan uang. Kalo di bahasa marketing-nya kebutuhan orang itu akan bertambah seiring dengan meningkatnya daya beli mereka, dan daya beli seseorang hanya dinilai dengan uang.

Adakah yang kurang?

Saya sempat berfikir, seandainya masing-masing dari kita terlalu sibuk berkecimpung di dunia pencarian uang, entah itu didapat dari bekerja di dunia nyata maupun maya, dengan pekerjaan yang halal atau (maaf) haram, lalu apa yang bisa kita berikan untuk diri kita sendiri? That's the main point! Itulah yang ingin saya sampaikan kepada saya sendiri, serta anda sebagai pembaca!

Yang ingin saya utarakan disini adalah seberapa besar kita sadar bahwa apa-apa yang kita miliki bukanlah bertujuan akhir disini, di dunia. Anda bisa bayangkan, di usia 20 tahun anda memulai karir sebagai tukang kayu. Setelah 4 tahun, anda mengalami peningkatan omzet yang cukup drastis, yang kemudian berdampak positif terhadap kondisi keuangan anda, sehingga strata anda mulai berubah pada hari itu dari seorang gembel tukang kayu menjadi tengkulak kayu di daerah X. Karena memiliki relasi dagang yang cukup banyak, setelah 6 tahun anda berani membuka toko yang tidak terlalu besar untuk menjual kayu dan memasarkannya ke toko-toko mebel yang membutuhkan. Di usia yang sudah melampaui setengah abad tersebut, anda terus menerus meningkatkan omzet penjualan kayu-kayu anda dengan cara lobi-lobi ke toko-toko mebel di hampir seluruh penjuru Indonesia. Anda memiliki omzet yang sangat besar, sehingga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dari beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab yang mungkin saja menggunakan nama tokonya untuk melakukan kejahatan dagang, maka anda membuat perusahaan khusus menangani bisnis perkayuan. Lambat laun bisnis kayu anda mengalami kemajuan cukup pesat dengan ditawarkannya saham perusahaan anda di salah satu bursa efek di Indonesia. Saat itu anda menjadi pemilik tunggal perusahaan X, pemilik perusahaan yang memahami konsep jual beli dan fluktuasi harga saham, yang tidak lain adalah berawal dari seorang tukang kayu di daerah antah berantah. Senang sekali bukan? Bisa anda bayangkan, ketika anda menghitung umur anda, sepertinya sudah memasuki usia 55 tahun, dan usia tersebut adalah usia dimana para pegawai negeri sipil mengalami pensiun. Anda baru sadar, jika sejak awal menjadi tukang kayu, pekerjaan sehari-hari anda adalah memikirkan bagaimana supaya pekerjaan anda akan semakin baik di kemudian hari, bagaimana supaya anda bisa menghidupi anak istri anda, serta bagaimana supaya anda bisa membantu membantu saudara-saudara anda untuk terbebas dari jerat kemiskinan! Mulia sekali memang cita-cita anda, sejak pertama kali anda memutuskan menjadi seorang tukang kayu yang berwawasan luas serta memiliki kepedulian sesama yang sangat tinggi. Silakan anda introspeksi diri, apakah tingkat kepedulian anda terhadap orang lain sudah mengalahkan kepedulian anda terhadap diri anda sendiri? Maksud saya adalah sudahkah anda peduli dengan diri anda sendiri? Sudahkah anda melaksanakan sesuatu hal yang memang dirasa menjadi hal wajib yang harus anda laksanakan sebagai makhluk Tuhan, dalam hal ini Allah SWT?

Anda bisa melakukan introspeksi terhadap diri sendiri, selayaknya anda memulai pekerjaan anda dari nol, menjadi seorang tukang kayu yang lugu, hanya memikirkan kesejahteraan orang lain dengan mengorbankan kesejahteraan rohani pribadi. Saya yakin, anda akan mendapati anda memberikan prosentase +90% untuk mengatakan setuju dan ingin kembali ke zaman anda memulai pekerjaan sebagai seorang tukang kayu.

Untuk apakah anda hidup? Dari situlah terpampang peta pemikiran yang amat luas menanti anda untuk mulai dirancang, dilaksanakan, dan dikoreksi kembali di tiap langkahnya!

Salam Motivasi,


Wulida Rochman

Kosan, selesai di pagi hari

Read more...

Friday, March 13, 2009

Internet Sebagai Ujung Tombak Media!

Lupa, agaknya sudah menjadi kebiasaan budaya di kalangan masyarakat Indonesia. Apa pasal? Ketika masyarakat sedang ada isu BBM, media mengeluarkan lagi berita yang lain, mungkin dengan pemberitaan yang baru diharapkan oleh salah satu pihak yg menunggangi media akan membelokkan isu yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Di satu sisi banyak masyarakat yang membutuhkan, di sisi lain malah banyak masyarakat 'dilenakan' dengan acara-acara televisi seperti halnya sinetron gak mutu, acara-acara selebritis gak jelas, iklan kebakaran, dsb. Naif sekali, tapi memang itulah hal yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Coba anda ingat kembali tentang kasus 1998, lepasnya Timor Timur dari pangkuan ibu pertiwi, supersemar yang sejak jaman saya SMP sudah menjadi polemik, bom bali, tragedi 11 september di WTC yang konon dilakukan oleh CIA, Mossad, dan 'sepertinya' mantan presiden Italia, Fransesco Cossiga. Atau tentang ini : "Apakah di WTC memang ada banyak orang ketika terjadi ledakan?". Banyak sekali berita yang terlupakan atau bisa jadi malah dilupakan sama sekali - masyarakat ingin hidup tenang dan tidak diganggu.

Disini, media menjadi ujung tombak. Televisi, radio, surat kabar, dan internet bisa membantu anda mencari berita yang lebih cepat dan akurat. Coba anda buka halaman dibawah ini.
Keempat media tersebut adalah media yang ketika dibaca, dilihat, atau didengarkan saat itu juga, maka kita akan paham dan mengerti, tapi bagaimana dengan proses melupakan masyarakat terhadap isu tersebut? Dengan adanya media alternatif terakhir-internet, kita bisa membaca ini-itu, memberikan komentar ini-itu yang bisa jadi akan membuka para pemimpin kita untuk bertindak lebih rasional dan peduli terhadap rakyatnya. Tapi, apa bisa dikata, tarif internet masih sangat mahal, minat baca yang akan berujung kepada tingkat pendidikan atau kurikulum pendidikan, agaknya menjadi ganjalan di bagian ini. Apalagi ketika sudah membicarakan masalah internet, yang masyarakat pahami bahwa internet adalah sarana memuaskan hawa nafsu-mungkin nomor dua setelah lokalisasi, internet itu mahal, internet itu warnet, game center, dll. Padahal, internet bisa jadi ujung tombak media memberitakan yang sesungguhnya. Dengan adanya internet, kita tidak perlu lagi mempedulikan adanya salah satu pihak yang menunggangi salah satu media. Televisi? Radio? That's ok, ga masalah, tapi internet? Siapa yang bisa menunggangi? Bisa sih, tapi kemungkinan amat sangat kecil, kalo persepsi saya sekitar 3%. Mengapa demikian? Berita bisa diakses dimana saja, kapan saja, atau saya lebih menekankan sebenarnya kepada opini publik. Melalui internet, opini publik bisa secara live ditampilkan. Jika seumpama, situs detik.com, kompas.com, liputan6.com, atau metrotvnews.com sudah ditunggangi oleh kelompok-kelompok berkocek tebal yang dengannya memiliki kekuasaan yang dengannya bisa memerintah situs-situs sekeliber mereka, saya yakin, masih ada situs lain yang berpotensi untuk memberitakan. Masak iya google di blok? Yahoo dio blok? Jika mungkin, coba masuk ke sini, kayaknya ga di blok deh, kalo di blok juga saya juga berencana untuk membeli domain sendiri, wekeke.. Ok, intinya disini media, internet khususnya, menjadi ujung tombak pemberitaan ke masyarakat. Setidaknya, budaya lupa masyarakat akan berita bisa dikikis dengan mereka melihat berita melalui akses internet di rumah-rumah mereka.

Bagaimana penggunaan? Itu yang masih menjadi dilema. Bahkan saya yakin, tidak lebih dari 20% guru-guru di Indonesia masih buta akan internet, setidaknya 20% itu mencakup mereka. Saya jadi ingat, kang dariman pernah mengatakan kalo dia pernah disuruh bikin blog(percakapan malam sebelum postingan ini ditulis), tapi yang menjadi masalah disana, bagaimana dengan kelangsungan blog itu sendiri? Wong yang nulis dan bikin artikel itu dia sendiri kok. Berarti, oleh orang yang mempekerjakan mas dariman untuk membuat blog itu hanya menjadikan internet sebagai formalitas dan akal-akalan dia sebagai dosen pengajar(CMIIW) - bahwa dia sudah memiliki blog sendiri. Saya tidak menyalahkan, lha wong materi pendidikan tentang pengenalan internet yang kalo tidak salah bernama mata pelajaran TIK saja baru digulirkan beberapa tahun lalu (3 tahun ini ya di SMP,SMA? CMIIW). Okelah, anggap saja pola pendidikan di Indonesia sudah mulai mengalami kemajuan, khusnudzon saja. - peace -

Read more...

Partai Terpanas!

Barusan iseng buka detik, eh..ada polling..kaget aku ternyata! Kok bisa-bisanya prosentas sampe 54% itu kek mana? How can it be?

Polling dari detik itu menunjukkan seberapa besar antusiasme pembaca detik terhadap parpol yg terdaftar di KPU. Wah, jauh banget yak? Kalo diurutkan, PKS menempati urutan pertama dari partai2 yg lain, bahkan kalau prosentase parta lain dijumlahkan pun tidak akan melebihi prosentase polling dari detik tersebut. Btw, kembali ke pribadi masing-masing, mana yang anda pilih? Bang detik hanya sebagai media perantara, kurang lebih kayak yg di tipi-tipi lokal itu tuh,,yg acara debat antar partai, hehehe..

Sekali lagi, ini nggak ngiklanin partai-meski saya tukang ngiklan, tapi sekedar pemberitaan ke masyarakat, terutama masyarakat IT tentang sejauh mana. Makanya saya katakan tadi, kembali ke pribadi masing-masing, mau pilih yang sekarang atau istilah kerennya incumbent - boleh, mau pilih PKS, oke, mau pilih PKB no problem, demokrat - ga masalah, atau partai-partai yang lain. Yang penting anda dan saya - alias kita; bisa mempertanggungjawabkan secara pribadi tentang mengapa kita memilih salah satu partai tersebut.


Ingat!Rakyat Indonesia itu banyak - dari sabang sampe merauke, janganlah kita kecewakan mereka! Rengkuhlah mereka dimanapun anda berada! Mengapa? Karena Indonesia, satu nusa satu bangsa, satu bahasa : Indonesia!!

Dengan anda memilih wakil rakyat yang shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah, anda akan membantu perkembangan Indonesia untuk lebih maju. Maka pilihlah partai yang anda rasa paling cocok dan bisa memenuhi kriteria sebagai partai paling layak untuk menduduki kursi pemerintahan. Jangan anda terbujuk dengan fanatisme karena si ini-itu sodara kita, dia ganteng, anak saudara, dll atau bisa juga karena dikasih duit 10 rebuan atau sering disebut money politics.. Jika anda merasa didzalimi, beritakan ke media, niscaya akan ditindaklanjuti. Mengapa? Karena media itu ibarat seonggok gula, dimana semua semut akan mengerubuti.

Ingat! Ini untuk rakyat Indonesia! Sekali lagi rakyat Indonesia itu sendiri. Kikis habis segala ego anda, pilihlah wakil rakyat yang anda rasa paling cocok untuk duduk di pemerintahan, karena pilihan anda menentukan nasib bangsa. Anda boleh memilih orang atau wakilnya, asalkan anda tahu siapa orang yang anda pilih dan paham siapa orang yang anda pilih tersebut, apakah dia bisa menjalankan amanah dengan baik atau tidak.

Saya jadi teringat ketika kemarin turun ke masyarakat, beberapa hari lalu, yakni mengadakan sosialisasi pencoblosan partai. Saya tidak menggemborkan siapa yang harus dipilih, tapi bagaimana dan apa alasan mereka memilih orang tersebut, kemudian baru memberitahukan kepada mereka tentang cara pencoblosan.

Kenapa harus milih? Kok ga musyawarah aja? Ya, wong Indonesia tuh begitu kok, pake istilah partai-partaian, istilah kerennya menganut asas demokrasi apa ya? tapi demokrasi pancasila. Kalo udah musyawarah beneran, ngapain ada partai?
:D CMIIW (aku ga mau bilang kalo PPKn ku jelek ya ..hihihi).

Oke, intinya, kembali ke pribadi masing-masing. Jika anda memang percaya bahwa orang tersebut sanggup mengemban amanah, maka pilihlah, jika tidak maka tinggalkan. Tapi jika menurut anda tidak ada yang cocok, saya tidak mengajak anda untuk golput ya? :D


Merdeka !!

dini hari, di kosan lama

Read more...

Wednesday, March 11, 2009

Oalah, pantesan PP-ku belum di-approve!

Beberapa hari yang lalu aku chat sama si imam. Dia kasih aku link paid review lagi setelah blogsvertise yg dulu itu. Hari itu juga aku sign up, tapi anehnya, sampe sekarang juga belum di-approve juga! howdie?

Is it because of `my blog still use Indonesian language?`Or..joined some affiliation program?


Selidik punya selidik, ternyata blogku kurang waras ga memenuhi requirement; I had by pass the 2nd question, but none for the first, hehehe..Oalah, pantesan blog-ku ga di approve sama PP, coba buka ini di komentar Mister Robert Jensen yang ketiga dari pertanyaan mas aris waluyo. Jebulane koyo ngono to..oke3x.. I understand now.

Ini saya kopi-pastekan :
Robert Jensen :

1. Blogs must be in English ( THIS IS MY FAULT !! )

We don’t have implemented selection for other languages then EN.

2. Original Blog Content

3. Blogs must be live for a minimum of 90 days.

4. At least twenty (20) pre-existing posts.

5. Alexa less then 2.000.000

6. We also don’t accept blogs with excessive adverts, pictures, blinking stuff - you got the idea.

If your blog isn’t approved, you get a rejection message containing the reason. Try to fix it, you’ll get approved. It’s that simple.

Hehehe..pantesan nggak belum di approve! hakhakhak...may be next time, Wul... Or..perhaps, another ideas? Except create a new blog and wait until 90 days? hakhakhak..don't make me laugh..

Come on..just show me how..dude!
:D

Read more...

Tuesday, March 10, 2009

Iklan Hotel Spanyol

Lagi kebenjiran iklan ya mas Wul? Ah, enggak juga, orang masih newbie ini, wkwkwk.

Oke, kali ini disuruh ngiklanin tentang hotel euy. Btw, udah pernah nginep di hotel? Kalo sudah : selamat yah, tapi kalo belum, ga jauh beda deh sama saya :D.

Ngomong2x, udah pernah maen ke negeri orang? Kemana bang? Ke spanyol lah, kalo orang bule nyebutnya tuh `Spain`, beribukota di Madrid. Ingat Real Madrid? Ya, itu klub sepakbola asli negara yang bersebelahan dengan Andalusia, negara dimana Islam berjaya, khususnya dimana tokoh-tokoh muslimnya menguasai berbagai macam ilmu pengetahuan, seperti Ilmu Agama Islam, Kedokteran, Filsafat, Ilmu Hayat, Ilmu Hisab, Ilmu Hukum, Sastra, Ilmu Alam, Astronomi, dan lain sebagainya.

Btw, kalo sempet maen ke Spanyol, boleh juga tuh nginep di hotel yang website-nya baru jadi Januari kemarin :D, lumayan murah, lagi dekat kok dari pusat kota. Ada 3 tempat yang bisa dijadikan tempat buat penginapan, salah satunya di Barcelona Hoteles, Las Ramblas Hoteles, dan Madrid Hoteles. Berikut preview tempatnya.





So, tunggu apa lagi? Siapa tau pengen nonton sepakbola di Madrid-kalo lagi ga bokek, bisa sekalian nginep disono, hehe.

Read more...

Monday, March 09, 2009

Sampah kok dikelola?

Sudah pernah mendengar tentang waste maupun garbages? Ya, mereka berdua berada dalam satu rumpun : sampah; wong salah satu masalah utama di kota bandung kok-sampah yg ngebikin sungai jadi kotor-lebih tepatnya karena ulah manusia terhadap sampah tersebut. Bahkan masalah sampah juga sempat disinggung pada waktu pilwalkot Bandung kemaren.

Kalo begitu, sudah pernah mendengar tentang `waste management` belum? Aneh ya, sampah kok di-manage? Awalnya saya juga heran, kok bisa2nya sampah di manage? Paling banter juga sampah diambil lalu dibuang ke sungai-saya kurang tahu mungkin karena budaya atau kebiasaan yang membudaya. Lain Indonesia lain negara maju. Meski belum pernah jalan-jalan ke luar negeri, tetapi dari pengalaman teman2 yang sudah pernah jalan-jalan di luar negeri, misal tetangga sebelah : Australia, permasalahan hingga ke sampah pun sudah ada pihak yang melirik, dalam hal ini dijadikan sebagai ladang bisnis di bidang waste removal. Gak percaya? Coba deh buka di Sidney Waste Management. Keren yak? sampai-sampai slogan yang dipasang di situsnya seperti ini :"Learn how we turn waste into resource"

Wew, really..really awesome!!

Seandainya di Indonesia ada para pebisnis yang melirik sektor tersebut, bisa jadi pendapatan pemerintah bisa bertambah ya dengan cara kerjasama dengan swasta mengenai pengelolaan sampah, khususnya di beberapa kota besar di Indonesia.


I hope so :-)

Read more...

Merlin U 530 di Ubuntu (1)

Setelah kemarin sore merampungkan koneksi internet menggunakan pcmcia card Merlin U 530, tengah malam menyelesaikan update paket ubuntu, akhirnya, pagi ini aku menghabiskan waktu buat update library si ubuntu biar bisa streaming.

Alhamdulillah, benar-benar "One Step Ahead" dah! Oh iya, buat tutorialnya, diusahakan supaya tidak lama deh, biar temen2 yang lain juga pada tahu.

Btw, screenshot ubuntu-nya aku kasih sekarang aja deh supaya teman-teman lebih termotivasi untuk migrasi, untuk menggunakan produk legal. Masak selama ini dihantui buat make yg bajakan? Yah, kalo aku kebanyakan makenya ms office sih, karena itulah aku musti ganti pake yang legal, kagak punya duit ya kudu kerja keras, make yg legal, gratisan (kalo aku dapet windows aseli dr kampus, tapi office-nya mah kagak - kan ms.office bayar !)

Oke, ini dia screenshoot-nya.. (tutorial koneksinya setelah ini, insya Allah)



Read more...

Thursday, March 05, 2009

Anak Laki-laki dan Sekantung Paku

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku,dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang dipagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :

"Anakku, kamu sudah berlaku baik,tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar."

"Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka."
"Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya sama perihnya seperti luka fisik."

"Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka."

"Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat."

"Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu."

"Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka."

dikutip dari : http://fawatihus.blogspot.com/

Read more...

Blog Archive

Our Blogger Templates

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP